in

5 Alasan Kenapa Susah Sekali Untuk Menyelesaikan Apa yang Sudah

Anak muda seperti kita tentu punya semangat yang menggebu-gebu dan mengudara. Semangat mencari tantangan baru tentu akan terus ada dalam kalbu. Semua itu berasal dari rasa penasaran dan ingin tau dari seorang anak muda yang senantiasa ingin belajar untuk menguasai ilmu-ilmu baru.

Namun, ada hal yang jauh lebih utama dan seharusnya mendapatkan perhatian juga. Ialah menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Ini merupakan kemampuan yang langka dan tidak sembarang orang bisa memilikinya. Sebab, hanya mereka yang memiliki tingkat pantang menyerah yang tinggilah, yang bisa melaluinya.

Nah, kira-kira, apa saja alasannya kenapa kita susah sekali untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai?

1. Kurang bisa mengatur waktu sendiri

Waktu ialah hal berharga yang seharusnya tidak kamu pandang remeh. Waktu 30 menit tentu bukanlah waktu yang sebentar. Kamu bisa gunakan untuk membaca 30 halaman buku berkualitas untuk menunjang hidup kamu. Atau, bisa juga kamu gunakan untuk menulis setidaknya 500 kata di laptop kamu.

Waktu akan berharga kalau kamu gunakan dengan baik. Jika dihabiskan untuk bermain-main media sosial, ngobrol tidak jelas, ngomongin orang, dan hal-hal yang membuang waktu lainnya; tentu akan susah untukmu memiliki kebiasaan menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Susah sekali.

2. Terlalu perfeksionis

Selain kurang bisa mengatur waktu sendiri, kebiasaan untuk selalu menghadirkan semuanya sesempurna mungkin; juga dapat menghambatmu untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Di tengah jalan, kala kamu melihat ada yang kurang sesuai, maka kamu akan malas untuk melanjutkannya.

Walhasil, sedikit sekali hal yang bisa kamu selesaikan karena sikapmu yang perfeksionis ini. Selalu ingat bahwa masih ada waktu di akhir nanti untuk mendapat feedback dan memperbaiki apa yang kurang. Jangan upayakan untuk selalu sempurna, karena itu hanya akan menghambatmu.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  5 Golongan Mahasiswa Berdasarkan cara Mengerjakan Skripsi

3. Terlalu takut kalau nanti gagal

Ketakutan akan kegagalan juga menjadi penghambatmu untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Takut kalau nanti sudah usaha keras, namun ternyata gagal. Dan kamu mengansumsikan kalau semua itu hanya buang-buang waktumu saja. Padahal, dibalik kegagalan selalu ada pelajaran penting yang didapat.

Kalau kamu terus berpikiran seperti itu, bisa-bisa hanya segelintir hal yang dapat kamu selesaikan. Walhasil, sedikit pula kemampuan yang kamu miliki. Padahal untuk bersaing di masa modern seperti sekarang, sangat butuh kemampuan yang bukan hanya hard skills, tetapi juga soft skills.

4. Tidak fokus saat mengerjakan

Distraksi atau gangguan juga akan menghambatmu ketika ingin menyelesaikan sebuah pekerjaan. Distraksi ini biasanya berupa hiburan. Dan bagi generasi mileniail sepertimu, letak hiburan paling besar ialah ada di HP kamu masing-masing. Sosial media, YouTube, game, dan sebagainya.

Ketika ada banyak distraksi yang lebih menggoda untuk diikuti, tentu fokusmu untuk menyelesaikan pekerjaan akan tergerus. Kamu akan lebih memilih untuk bersenang-senang ketimbang harus susah payah menyelesaikan pekerjaan. Padahal, pekerjaan terus bertambah dan selalu menumpuk di akhirnya.

5. Cara memandang pekerjaan yang keliru

Terakhir namun bukan yang paling akhir, ialah kebiasaan memandang sebuah proyek alias pekerjaan yang terlalu besar. Kamu terbiasa menganggap pekerjaan itu terlalu besar dan sangat sulit untuk diselesaikan. Kamu pun merasa takut untuk sekedar mencoba memulai mengerjakannya, saking besarnya pekerjaan tersebut.

Cara memandang pekerjaan yang seperti itu bukanlah cara yang tepat. Sebab bukan membuatmu semangat, tetapi justru membuatmu takut untuk sekedar memulai. Yang benar adalah, coba kamu pandang pekerjaan itu jika dipecah menjadi pekerjaan-pekerjaan yang ringan dan tidak membutuhkan banyak usaha.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Tips Bangun Pagi Buat Kamu Mahasiswa Telatan

Sudah tau apa saja alasannya? Kalau begitu, mulai sekarang kamu belajar bagaimana untuk menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai. Sebab, tanggung jawab dimulai dari tuntasnya amanah yang diberikan pada kita.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

5 Tips Agar Tetap Semangat Belajar Meski Dikejar Tugas Kuliah

5 Alasan Kenapa Ngeblog Akan Membantumu Meraih Karier Cemerlang