in

CEO HINGGA PEMAIN FILM ‘BUFFALO BOYS’ RAMAIKAN EGTC 2018 (DAY 3)

Hingar bingar Emtek Goes To Campus 2018 di Semarang belumlah usai. Pasalnya pada hari Kamis tepatnya 19 Juli 2018 merupakan puncak acara dari serangkaian acara EGTC di kampus Universitas Negeri Semarang. Antusias penonton lebih ramai di hari ketiga ini dibanding di hari pertama dan kedua. Terbukti dengan antrian penonton yang cukup panjang dan ramai. EGTC 2018 hari ketiga ini dihadiri oleh pembicara-pembicara keren diantaranya Muhammad Fajrin Rasyid (Co-Founder & President of Bukalapak), Joy Wahjudi (Direktur Utama Indosat Ooredoo), Dude Harlino (Aktor & Pengusaha), Pandji Pragiwaksono (Aktor, Penulis, Presenter, Komika & Sutradara), dan yang paling ditunggu-tunggu adalah kehadiran dari Pevita Pearce dan Yoshi Sudarso (Bintang Film ‘Buffalo Boys’).

Emtek Goes To Campus 2018 ini dibuka dengan penampilan dari Co-Founder sekaligus President dari Bukalapak, Muhammad Fajrin Rasyid. Beliau menceritakan awal mula dibentuknya Bukalapak dan peluang bisnis e-commerce Indonesia di masa depan. Beliau memaparkan bahwa saat ini banyak sekali pengusaha besar yang dimulai dengan modal yang kecil seperti Bukalapak bisa menjadi startup “Unicorn” atau startup dengan valuasi mencapai 1 miliar dollar AS atau setara Rp 14,2 triliun. Beliau juga memaparkan empat komponen penting dalam berwirausaha yaitu ide, rekan kerja, modal dan eksekusi. Muhammad Fajrin Rasyid juga mendorong para peserta EGTC untuk menjadi pengusaha bukan hanya menjadi konsumen saja.

CEO yang kedua ini juga tidak kalah kondang yaitu Joy Wahjudi yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Indosat Ooredoo. Joy Wahjudi bukanlah orang baru di jagad bisnis telekomunikasi. Beliau sudah sekitar 25 tahun berkecimpung di dunia operator seluler. Beliau juga banyak memaparkan hal-hal menarik seperti perubahan pola konsumsi layanan operator seluler dan dunia digital. Beliau mengatakan bahwa perusahaan yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman perlahan akan surut dan kalah bersaing dengan perusahaan lain berbasis teknologi seperti yang sudah dialami perusahaan retail saat ini. Indosat Ooredoo tidak ingin kalah bersaing sehingga berkomitmen untuk memberikan layanan seluler terbaik dengan harga terjangkau. Pasar digital saat ini sangat potensial karena anak muda saat ini adalah ‘Generasi Data’ yang artinya tidak bisa lepas dari data dan koneksi internet.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  10 Kebiasaan Mahasiswa Sukses
https://www.liputan6.com/citizen6/read/3593941/foto-dude-harlino-berbagi-rahasia-sukses-di-egtc-2018-semarang?page=1

Bintang tamu yang ketiga ini sangat ditunggu-tunggu oleh kaum hawa khususnya penggemar sinetron Indonesia. Dia adalah Dude Harlino. Pebisnis dan aktor tampan ini turut serta share pengalaman dan ilmunya seputar dunia akting dan bisnis kuliner. Dude sudah melakoni berbagai casting sejak masih menjadi mahasiswa Universitas Indonesia. Awal karir Dude juga tidak berjalan mulus karena Dude harus casting di berbagai Production House hingga setahun lamanya hingga beliau diterima untuk terlibat di lokasi syuting itupun hanya sebagai pemeran figuran. Seiring karirnya yang menanjak, beliau juga tidak melupakan hasrat membuka usaha kuliner. Walaupun sempat bangkrut saat berjualan mie yamin, Dude tak patah semangat bahkan saat ini sukses dengan bisnis kue selebritinya yang bernama ‘Jogja Scrummy’.

https://www.liputan6.com/citizen6/read/3594097/foto-keseruan-saat-pemain-buffalo-boys-berbagi-cerita-di-egtc-2018-semarang?page=1

Setelah Yoga Stand Up Comedy Academy tampil menghibur para peserta, penampilan selanjutnya adalah Movie Cast atau bintang film dari ‘Buffalo Boys’. Yoshi Sudarso dan Pevita Pearce hadir untuk mempromosikan film ‘Buffalo Boys’ yang baru saja tayang di bioskop mulai 19 Juli 2018. Yoshi dan Pevita banyak menceritakan pengalaman di lokasi syuting serta cerita singkat film ‘Buffalo Boys’. Film ini merupakan film Cowboy pertama di Indonesia. Mengambil setting di Candi Prambanan dan Batam, memberikan kesan klasik era penjajahan Belanda. Di film bergenre action ini, Yoshi berperan sebagai Suwo yang merupakan putra Sultan di tanah Jawa. Sedangkan Pevita berperan sebagai Kiona yang merupakan anak kepala desa. Film ‘Buffalo Boys’ sangat berbeda dengan film Indonesia pendahulunya karena adegan action di dalam film ini memadukan gerakan silat dan heavy boxing. Baik Yoshi maupun Pevita memiliki tantangan tersendiri saat bermain di film ini. Yoshi mengalami kendala saat berbicara dengan Bahasa Indonesia sedangkan Pevita harus banyak belajar memanah dengan busur panah.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  APLIKASI WAJIB SMARTPHONE BUAT MAHASISWA
https://www.liputan6.com/showbiz/read/3594184/foto-pandji-pragiwaksono-berbagi-ilmu-dan-pengalaman-di-egtc-2018?page=5

EGTC 2018 di UNNES ini ditutup dengan penampilan dari artis multitalenta tanah air yaitu Pandji Pragiwaksono. Pandji mengutarakan banyak ide visioner seperti menjadi seorang Indiepreneur. Apa itu Indiepreneur? Indiepreneur adalah jenis usaha yang menuntut keunikan dan ciri khas yang bisa membedakan jenis usaha kita dengan jenis usaha yang lain. Supaya bisa sukses meniti karir jangan lupa untuk percaya pada tiga hal yaitu percaya diri, percaya mimpi, dan percaya proses. Percaya diri artinya harus yakin pada kemampuan diri sendiri. Jangan takut diejek dan jangan takut untuk terlihat jelek. Percaya mimpi artinya yakin bahwa impian kita bisa jadi kenyataan. Bahkan Ayah Pandji Pragiwaksono pernah berkata kepada Pandji untuk jangan membunuh mimpi karena mimpi itu tidak akan mati dan akan sadar kembali dari pingsannya di usia tua nanti dalam bentuk penyesalan. Percaya proses menurut Pandji adalah percaya bahwa jalan menuju kesuksesan itu tidaklah instan. Nikmati saja proses perjalanan tersebut karena biasanya yang cepat terkenal akan cepat juga hilang ketenaranya. Jangan malu untuk gagal dan terus mencoba untuk membuat karya yang lebih baik. (rizkiift)

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Mengetahui Seluk Beluk Dunia Digital di EGTC 2018 (Day 2)

Jadi Mahasiswa Era Milenial Lewat EGTC 2018 di UNNES (Day 1)