in

Dear Introvert, Menjadi Diri Sendiri Tak Selamanya Negatif Kok

Di kehidupan sehari-hari, mahasiswa Introvert biasanya lebih nyaman untuk berlama-lama di perpustakaan untuk membaca buku atau menulis. Keluar untuk sekedar nongkrong atau berpesta dengan teman kuliah bukanlah hal favorit seorang Introvert. Menjadi orang Introvert kerap kali dianggap pemalu, sombong, tidak asyik, anti sosial, dan kuper. Padahal kenyataannya tidaklah seperti itu. Memang orang Introvert cenderung lebih tertutup dibandingkan dengan seorang Ekstrovert. Hal ini bukan karena tanpa alasan. Orang Introvert cenderung merasa lebih nyaman dalam kesendirian daripada di keramaian. Berbanding terbalik dengan orang Ekstrovert yang mendapatkan banyak energi dari keramaian. Apabila kita lebih suka menyendiri dan sibuk dengan dunia pemikiran kita, maka dapat dipastikan bahwa kita tergolong orang-orang Introvert.

Introvert adalah orang yang berorientasi pada ‘dalam’ diri mereka sendiri (inward thinking). Introvert tertarik pada dunia ide, pemikiran, dan konsep. Sehingga seorang Introvert sangat menyukai suasana tenang untuk menyendiri untuk berpikir ataupun beraktivitas. Tak sedikit seniman, komposer lagu, penulis novel, atau penemu biasanya memiliki kepribadian introvert. Nama-nama seperti Albert Einstein, Abraham Lincoln, Isaac Newton, dan Mahatma Gandhi merupakan beberapa contoh orang-orang Introvert. Bill Gates, salah satu pebisnis terkaya, juga adalah seorang introvert yang sukses dalam pekerjaannya. Untuk mengetahui lebih jelasnya apa saja ciri-ciri Introvert, berikut ini penjelasannya.

1. Menikmati Waktu dalam Kesendirian atau ‘Me Time’

Bagi para Introvert, berada dalam suasana sepi itu lebih baik karena akan membuat hati dan pikiran merasa lebih tenang. Dalam situasi apapun seorang Introvert selalu tampak pendiam dan tenang serta sibuk dengan dunianya sendiri. Selain itu, para Introvert adalah seorang yang pada umumnya mempunyai konsentrasi tinggi. Seperti membaca dan menulis adalah hal yang sangat digemari, jadi wajar kalau seorang Introvert tidak menyukai keramaian.

https://i2.wp.com/www.thecultureblend.com/wp-content/uploads/2018/03/Alone-in-a-crowd.png?w=1024

2. Tidak Suka Dalam Keramaian

Seorang Introvert tidak terlalu menyukai keramaian karena dapat menghabiskan banyak energi. Ketika energi seorang Introvert habis setelah berkumpul dalam keramaian, biasanya mereka akan menyendiri untuk mengisi ulang energi. Keramaian bisa dibilang sedikit ‘membunuh’ seorang Introvert.

3. Tidak Menyukai Pembicaraan yang Ringan

Seorang Introvert adalah tipe pemikir. Mereka lebih memilih membicarakan hal-hal substantif ketimbang obrolan yang ringan. Lebih suka membahas sesuatu yang lebih berisi seperti kehidupan, ide, teori atau tujuan hidup.

4. Lebih Nyaman ‘hang out’ dengan Sedikit Orang

Introvert bukanlah orang yang anti sosial. Hang out dengan sedikit orang akan membuat mereka lebih merasa nyaman. Seringkali Introvert tidak suka menghadiri event-event yang menghadirkan banyak orang dan keramaian. Mungkin sesekali mereka akan datang ke acara seperti itu, tapi itu sangat jarang.

5. Suka Mengamati Keadaan Sekitar

Walaupun seorang Introvert tampak pendiam dan cuek, sebenarnya mereka berpikir dan mengamati dalam diam. Bahkan pengamatan seorang Introvert cenderung detail sehingga mereka selalu mencoba menyelami dan mencari tahu tentang apapun yang terjadi dengan hal-hal di sekitarnya. Seorang Introvert biasanya suka mengamati orang yang lalu lalang sambil memikirkan apa kira-kira yang dipikirkan orang tersebut. Bahkan seorang Introvert kerap mencari jawaban tentang apapun di sekitar mereka. Orang yang bukan Introvert biasanya tidak memikirkan hal-hal semacam ini.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Beberapa Kalimat Motivasi, Buat Kamu yang Lelah Revisi
https://www.wired.com/images_blogs/wiredscience/2011/05/thinking_jakecaptive.jpg

6. Banyak Berpikir Sebelum Berbicara

Kalau kita membutuhkan lebih banyak waktu untuk berpikir sebelum berbicara, kemungkinan besar kita memiliki kepribadian Introvert. Berbeda dengan Ekstrovert yang cenderung ceplas-ceplos, Introvert biasanya lebih berhati-hati dalam berbicara. Mereka akan berpikir dan menghindari menyampaikan sesuatu yang sia-sia. Setiap membuat argumen, mereka akan berusaha untuk membuat argumen yang sangat berbobot dan bermutu.

7. Menjadi Pendengar yang Baik

Seorang Introvert cenderung pendiam dan tidak suka banyak bicara. Karena sifatnya yang pendiam inilah mereka bisa menjadi pendengar yang baik. Mereka lebih menikmati menjadi pendengar dan pengamat saja tanpa banyak terlibat dalam pembicaraan.

8. Cenderung Suka Menulis

Mereka yang Introvert lebih suka untuk berkomunikasi lewat tulisan daripada lisan. Misalnya untuk mengklarifikasi atau menjelaskan sesuatu melalui tulisan. Contohnya adalah ketika seorang Introvert berada dalam sebuah kelompok belajar, mereka cenderung pasif namun cukup aktif dalam hal tulis menulis, bahkan saat akan mengungkapkan sesuatupun dijelaskan lewat tulisan.

9. Loyal dan Setia dalam Berteman

Seorang Introvert biasanya lebih mementingkan kualitas dari pertemanan itu sendiri daripada kuantitas. Mereka lebih menyukai berteman dengan beberapa orang saja namun berkualitas. Introvert merupakan tipikal orang yang loyal dan setia. Mereka hanya bisa percaya dan terbuka dengan beberapa orang saja yang mereka anggap benar-benar teman. Tak sedikit orang Introvert yang awalnya pendiam berubah menjadi ‘rame’ ketika sudah nyaman dengan lingkungan pertemanannya.

https://www.paladincoaching.com/wp-content/uploads/different-types-of-communicators.jpg

10. Jago Menebak Karakter Seseorang

Introvert adalah Good Judges of Character atau sangat jeli dalam menebak karakter seseorang. Melalui pengamatan mereka, sikap dan penampilan orang lain akan mudah bagi mereka untuk menebak sifat. Ini terjadi karena mereka sering sekali memperhatikan lingkungan dan orang sekitarnya.

Dari ciri-ciri di atas banyak orang masih menganggap bahwa orang Introvert adalah orang yang agak ‘lain’ dari umumnya. Bahkan banyak stereotype buruk yang belum tentu benar beredar di lingkungan kita.  Berikut ini beberapa anggapan yang salah mengenai seorang Introvert.

1. Pemalu

Introvert itu berbeda dengan pemalu. Menjadi seorang Introvert tidak harus jadi pemalu. Mereka tidak takut terhadap orang lain, mereka hanya butuh suatu alasan untuk berbicara atau berinteraksi dengan orang lain. Kalau kita ingin berbicara dengan seorang Introvert, lebih baik bicara saja langsung tanpa perlu basa basi.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Bingung Membagi Waktu Antara Kuliah dan Organisasi? Ini Tipsnya

2. Tidak Suka Bicara

Seorang Introvert tidak mau berbicara kecuali memang ada yang ingin atau harus dibicarakan. Mereka tidak suka berbasa-basi. Coba mulai bicarakan sesuatu yang menarik bagi seorang Introvert dan dia bisa bicara berjam-jam.

3. Tidak Suka Orang Lain

Mereka sangat menghargai orang yang dianggapnya teman. Mungkin mereka tidak mudah berteman dengan banyak orang, tetapi jika kita menjadi teman dari seorang Introvert, kita sangat beruntung. Mereka menganggap pertemanan harus seumur hidup. Hal ini karena seorang Introvert sangat loyal dan setia dalam pertemanannya.

https://cdn.tinybuddha.com/wp-content/uploads/2014/10/Different.jpg

4. Aneh

Seorang Introvert sebenarnya cenderung individualis. Mereka tidak ikut-ikutan orang lain. Introvert lebih memilih pemikiran, nilai-nilai dan jalan hidup mereka sendiri. Mereka tidak memilih keputusan berdasarkan apa yang populer atau lagi nge-trend. Dengan kata lain seorang Introvert itu anti mainstream.

5. Tidak Tahu Caranya Bersantai Dan Bersenang-senang

Orang introvert lebih suka bersantai dirumah atau di alam bebas, bukan ditempat umum yang penuh kebisingan. Otak mereka sensitif terhadap neurotransmitter yang disebut Dopamine.

6. Harus ‘Berubah’ dan Menjadi Ekstrovert

Jika saja dunia ini tidak ada orang Introvert, akan sangat sedikit jumlah ilmuwan, musisi, seniman, pujangga, pembuat film, penulis, dan filsuf. Kita tidak bisa memaksa orang Introvert mengubah dirinya menjadi Ekstrovert. Menurut penelitian, tingkatan Introvert seseorang berpengaruh terhadap nilai IQ-nya.

Bahagia merupakan hal yang diidamkan semua orang. Bahagia bukankah suatu hal yang bisa didapatkan dengan mudah atau dapat dibeli dengan uang. Punya banyak uang, bukan jaminan seseorang menjadi bahagia. Punya banyak teman pun juga tidak menjamin hidup kita akan bahagia. Banyak yang berpendapat jika mereka yang mempunyai kepribadian terbuka memiliki kemungkinan besar dalam meraih kesuksesan dan kebahagian dengan cepat. Namun secara ilmiah, orang yang senang menyendiri justru mampu dengan mudah dan cepat meraih apa yang diimpikannya. Berikut ini hal-hal positif dari orang yang memiliki kepribadian Introvert.

https://assets.entrepreneur.com/content/3×2/1300/1409931216-3-myths-most-entrepreneurs-tell-themselves-about-marketing-woman-looking-mirror.jpg?width=700&crop=2:1

1. Mengenali Diri Sendiri

Seorang Introvert pasti kenal betul siapa diri mereka. Mulai dari apa yang mereka mampu lakukan sampai apa yang tidak bisa dilakukan. Orang yang tahu tujuan hidup dan apa yang diinginkannya. Orang Introvert mampu berpikir lebih baik dan menemukan kesimpulan dari banyak hal yang tengah dihadapi. Mereka juga mampu berpikir di luar kotak sehingga hidupnya menjadi lebih seimbang dan tidak monoton.

2. Jauh dari Hal Negatif Arus Pergaulan

Jika kita memiliki teman yang bisa dibilang ‘nakal’ dan ketika kita menjadi temannya maka otomatis kita akan terbawa arus mengikuti teman-teman kita. Tapi hal ini tidak terjadi pada orang Introvert. Orang Introvert akan lebih memilih untuk melakukan aktivitas yang lebih berguna dan positif dibanding bermain dengan teman-temannya.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Part 1: 10 Program Studi Banyak Diminati Calon Mahasiswa Baru

3. Mempunyai Bakat Tersembunyi

Seorang Introvert diam-diam memiliki bakat tersembunyi. Perbedaannya dengan orang Ekstrovert, mereka tidak menunjukkan bakat tersebut pada orang lain. Alasannya bisa bermacam-macam. Mungkin mereka merasa hal itu tidak perlu ditunjukkan atau memang tidak ingin menunjukkannya. Seorang Introvert adalah pribadi yang gemar belajar. Mereka akan belajar apapun yang disukai. Jadi jangan heran kalau suatu saat kita punya teman penyendiri tetapi ia bisa melakukan banyak hal bahkan bisa membantu kita disaat genting.

4. Pemikiran yang Luas dan Imajinasi yang Tidak Terbatas

Semangat belajar yang tinggi dari seorang Introvert ini menuntun mereka untuk berpikir kreatif. Cara berpikir mereka berbeda dengan orang lain. Bukan lagi think out of the box tapi think there is no box. Bagaimana mereka bisa mempunyai jalan pikiran yang berbeda? Keinginan yang kuat untuk belajar membuka pengetahuan-pengetahuan baru dalam diri mereka.

5. Lebih Dewasa

Seorang Introvert adalah seorang yang dewasa. Mereka sangat terbiasa melakukan semuanya sendiri. Mereka terbiasa menyimpan kesedihan dan masalahnya. Mereka terbiasa mengambil keputusan sendiri tanpa pertimbangan orang lain. Secara mental, mereka lebih matang dibanding orang seumurannya.

6. Punya Memori yang Kuat

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Harvard. Ketika seseorang menghabiskan waktunya sendirian, ia cenderung memiliki ingatan yang lebih kuat. Dibandingkan dengan orang-orang yang kerap menghabiskan waktu dengan orang banyak.

7. Lebih Fokus

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Bucknell University, para mahasiswa yang Introvert mendapatkan skor yang lebih baik dari mahasiswa Ekstrovert yang belajar dalam kelompok. Penelitian ini juga menunjukkan kalau mereka yang belajar sendirian lebih fokus dibandingkan dengan mahasiswa lain yang belajar secara berkelompok.

8. Hemat Biaya

Seorang Introvert umumnya tidak mudah tertarik saat ada diskon atau beragam jenis barang yang kebetulan menarik namun tidak terlalu diperlukan. Inilah alasan di balik seorang Introvert ternyata lebih hemat. Mereka bukan orang yang senang menghambur-hamburkan uang begitu saja. Jika memang ada kegiatan atau acara belanja yang tidak perlu, mereka akan sebisa mungkin menghindarinya. Mereka juga tidak menyukai gaya hidup hura-hura dan berpesta yang menghabiskan banyak uang.

Menjadi Introvert bukanlah suatu kerugian. Apabila kita bisa memaksimalkan bakat yang kita miliki, maka kita bisa mencapai tujuan kita. Tetap menjadi diri sendiri itu lebih baik daripada harus berpura-pura demi menyenangkan orang lain yang nantinya akan berdampak buruk bagi psikis kita sendiri. Tak perlu ambil pusing dengan perkataan orang lain dan percayalah pada dirimu sendiri. Pemikiran yang positif akan memberikan hasil yang positif juga. (rizkiift)

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Kamu Tipe Mahasiswa Ekstrovert? Profesi Ini Mungkin Cocok Buat Kamu

Dilema Mahasiswi: Menikah atau Lanjut Kuliah?