in

Hey Fresh Graduate, Tolak Tawaran Kerja Seperti Ini

Sudah menjadi hal yang umum apabila mencari pekerjaan menjadi hal yang sulit di era milenial saat ini. Setiap tahun semakin banyak lulusan baik itu dari Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga perguruan tinggi, namun di sisi lain lowongan pekerjaan semakin sedikit.  Fenomena ini tidak terjadi di beberapa wilayah saja, tetapi hampir merata terjadi di seluruh Indonesia. Wirausaha memang jadi jalan pintas ketika kesulitan mencari pekerjaan namun ada beberapa keadaan yang membuat para pencari kerja tidak bisa membuka usaha sendiri. Lalu jika lowongan pekerjaan yang tersedia sangat terbatas, haruskah kita sebagai pencari kerja di era milenial ini menerima pekerjaan apa saja yang ada? Tentu saja tidak. Walaupun pekerjaan memang sulit untuk didapatkan, kita harus tetap berhati-hati dan bijak dalam memilih pekerjaan yang akan kita terima. Jangan sampai pada akhirnya kita menyesal atau mengalami kerugian akibat menerima pekerjaan yang tidak sesuai dan tidak wajar. Apabila kita mau mencermati, ada banyak lowongan pekerjaan di luar sana yang pada dasarnya tidak layak dimana mereka (perusahaan) tidak menerapkan sejumlah kebijakan yang baik dan dapat menjamin kesejahteraan dan hak-hak pegawainya demi keuntungan perusahaan semata. Meski hanya seorang fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja apa-apa bukan berarti harus menerima semua ketentuan perusahaan yang cenderung merugikan diri sendiri sebagai pekerja. Hal-hal yang tidak diinginkan ini bisa dihindari apabila kita teliti dan kritis terhadap kontrak kerja yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Berikut ini 7 indikasi tawaran pekerjaan yang patut kita tolak.

1. Perusahaan Tidak Profesional Sejak Awal

Sikap  profesional seharusnya dijunjung tinggi dalam dunia kerja. Sikap profesional sebuah perusahaan bisa dilihat sejak awal pertemuan termasuk saat seleksi penerimaan pekerja perusahaan tersebut. Ada banyak contoh tindakan sebuah perusahaan yang bisa dibilang tidak mencerminkan sikap profesional seperti mengirimkan undangan wawancara di luar jam kantor, menggunakan bahasa yang tidak layak, formal dan  profesional saat menghubungi atau bahkan menghubungi di luar jam kantor. Beberapa contoh di atas jelas menunjukkan bahwa perusahaan yang akan didatangi sudah tidak profesional sejak awal. Perusahaan-perusahaan semacam ini patut untuk dihindari mengingat etika kerja sangatlah penting bahkan untuk perusahaan kecil sekalipun.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Tips Mengembalikan Semangat Kuliah Setelah Liburan

2. Perusahaan Tidak ‘Sehat’

Besarnya sebuah perusahaan bukanlah jaminan bahwa perusahaan itu ‘sehat’ dan tidak bermasalah. Ada beberapa perusahaan besar dengan nama kondang yang kondisi internalnya sendiri bermasalah. Perusahaan yang sedang bermasalah biasanya memiliki perkembangan yang tidak jelas atau sedang mengalami kemunduran. Hindari untuk bergabung dengan perusahaan dalam fase ini karena perusahaan yang sedang bermasalah bukanlah tempat kerja yang ideal. Jangan sampai karir yang baru kita rintis terkena dampak dari perusahaan yang tidak ‘sehat’ ini. Lebih baik mencari perusahaan lain yang lebih bonafit dan menjanjikan.

3. Deskripsi Pekerjaan yang Tidak Jelas & Tidak Masuk Akal

Hal terpenting yang harus kita ketahui sejak awal adalah deskripsi pekerjaan yang akan ditangani di perusahaan tersebut. Jangan sampai menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan yang kita tidak tahu apa saja pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Ketidaktahuan ini bisa menimbulkan masalah dan kerugian di kemudian hari apabila deskripsi pekerjaan yang diberikan perusahaan cenderung tidak jelas dan tidak masuk akal. Sebelum menerima tawaran pekerjaan, pastikan terlebih dahulu jenis pekerjaan, jam kerja, ruang lingkup pekerjaan, dan tanggung jawab apa saja yang harus diemban selama bekerja. Tinggalkan perusahaan yang tidak menjelaskan secara rinci terkait deskripsi pekerjaan sejak awal pertemuan.

4. Kontrak Kerja yang Tidak Jelas

Semua hak dan kewajiban pekerja tertuang dalam lembar Kontrak Kerja. Sebelum menandatangani sebuah Kontrak Kerja, pastikan terlebih dahulu bahwa semua ketentuan tertulis secara jelas dan tidak multitafsir. Apabila ada poin-poin yang kurang dimengerti, langsung tanyakan ke pihak perusahaan sebelum kita setujui. Jangan sampai membeli kucing dalam karung yang artinya menyetujui tetapi tidak mengetahui isi perjanjian Kontrak Kerja tersebut. Apabila ada poin-poin perjanjian yang dirasa merugikan atau tidak masuk akal seperti tidak tercantum waktu kontrak yang jelas, Kontrak Kerja hanya memuat kewajiban karyawan tanpa hak-hak yang didapat, atau sanksi yang tidak seimbang dengan jenis pelanggaran yang dilakukan, ada baiknya untuk menolak tawaran Kontrak Kerja seperti ini. Jangan sampai masa depan digantung oleh Kontrak Kerja yang tidak jelas.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Bingung Membagi Waktu Antara Kuliah dan Organisasi? Ini Tipsnya

5. Jenjang Karir yang Tidak Pasti

Bagaimana bisa berkembang dan menjadi lebih besar kalau perusahaan tempat bekerja tidak memiliki ruang yang cukup untuk berkembang? Hal seperti ini perlu dipahami sejak awal, sebab bisa saja menjebak kita di dalam sebuah kondisi yang merugikan. Karir yang tak pasti juga sangat merugikan diri kita sendiri karena kita akan menjadi pribadi yang stagnan dan tidak bisa berkembang. Lebih baik cari perusahaan lain yang memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya untuk mengembangkan karir.

6. Gaji yang Tidak Sesuai dengan Beban Kerja

Siapapun ingin bekerja dengan mendapat benefit yang sesuai dengan usaha yang telah dilakukan. Ada banyak perusahaan ‘nakal’ di mana mereka memberikan beban kerja yang berat kepada karyawannya, namun tidak memberikan gaji serta kompensasi sepadan untuk hal tersebut. Meski mencari pekerjaan memang sulit, namun sebaiknya tidak bergabung dengan perusahaan seperti ini. Carilah perusahaan yang benar-benar menghargai karyawannya dan setidaknya dapat memberikan gaji standar yang layak untuk fresh graduate.

7. Lingkungan Kerja yang Tidak Ramah dan Nyaman

Lingkungan kerja merupakan faktor penting dalam bekerja. Seahli apapun dalam bidang kerja yang dijalani akan menjadi tidak maksimal apabila lingkungan kerja tidak kondusif. Penting untuk memilih pekerjaan yang memiliki lingkungan yang ramah dan nyaman. Carilah pekerjaan yang memiliki lingkungan kerja yang kondusif dan bisa membuat kita beradaptasi. Hindari perusahaan yang memiliki lingkungan kerja yang kurang baik seperti tidak ada aturan yang jelas atau persaingan antar rekan kerja yang tidak sehat. Karyawan bukanlah robot yang dapat bekerja tanpa dukungan lingkungan serta orang-orang yang ramah di sekitar, sebab kondisi seperti ini hanya akan menimbulkan perasaan tertekan atau bahkan stres.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  5 Alasan Kenapa Ngeblog Akan Membantumu Meraih Karier Cemerlang

Mencari pekerjaan yang sesuai memang bukan perkara mudah yang bisa dilakukan dalam waktu yang cepat. Namun meski begitu, kita harus tetap berhati-hati dan selektif dalam memilih pekerjaan yang ditawarkan perusahaan. Cermati sejak awal pekerjaan dan juga perusahaan yang akan didatangi, agar bisa memilih yang terbaik untuk masa depan. (rizkiift)

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Dilema SKTM dan Sistem Zonasi

Teruntuk Anak Rantau Baru: Estimasi Biaya Hidup di Jogja