in

Mahasiswa dan Ketergantungan Akan Instagram

Wait, jangan-jangan aku kecanduan instagram? Pernah ngga sih pertanyaan tersebut terlintas di pikiranmu gengs? Ya mengingat saat ini aplikasi sejuta umat ini mungkin masih menjadi salah satu aplikasi wajib yang mungkin kamu cek beberapa kali dalam sehari selain WhatsAppdan mungkin Facebook. Seperti yang kita tahu bahwa Instagram merupakan suatu aplikasi dimana kita bisa berbagi foto atau video yang juga bisa dibagikan ke berbagai sosial media lainnya. Kita juga bisa saling memberikan love atau komen ke setiap foto atau video yang diunggah. Selaini itu kita juga bisa melihat feed seseorang dan nyepam love di instagramnya, atau sekedar kepo-kepo target buat cari tahu apa dia masih single atau double. Memang pada awalnya aplikasi ini tidak terlalu terlihat karena masih sedikit yang paham bagaimana menggunakannya dan lebih suka bersosial media menggunakan Facebook yang memang sudah lebih dahulu hits dan digunakan dikalangan anak muda. Tetapi, beberapa tahun belakangan ini, pengguna aplikasi ini meningkat tajam dan semakin digandrungi oleh anak muda karena selain bisa mengekspresikan diri sebebas mungkin, juga tersedia beragam filter yang hype dan dianggap keren oleh anak muda jaman now.

Nah hal ini menjadi salah satu penyebab banyak orang tidak bisa terlepas dari Instagram, tidak terkecuali, kita, mahasiswa. Betul? Tapi sesungguhnya gengs, di balik kelebihan tersebut, sadar atau tidak, kita menjadi tergantung atau kecanduan dengan Instagram. Misal, revisi dikit, upload. Makan di kantin sama gebetan, upload. Bangun tidur, upload dengan caption “I woke up like this”, atau mau tidur upload, “gunait, inces bobo dulu ya”, well, okay, that sounds cool, but… please deh. Ngga gitu juga kali hahaha. Sadar atau tidak, dan mungkin kita malas mengakuinya, tetapi memang ada dampak negatif dalam pemakaian instagram yang mungkin perlu kamu ketahui. Okay, beberapa dampak yang mungkin kamu rasakan tetapi tidak kamu sadari misalnya;

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Beberapa Kalimat Motivasi, Buat Kamu yang Lelah Revisi

1. Kecanduan melihat feed instagram sendiri

Ngaku ngga, pasti kamu pernah merasa gatal untuk mengecek feed instagram kan? Apalagi setelah upload foto selfi muka manis manjah, haha. Pasti kamu penasaran dan pengen ngecek bagaimana reaksi netijen yang budiman terhadap fotomu, ya kaan, yakaaan… Biasanya para pengguna Instagram akan rajin mengecek feednya. Entah itu sekadar untuk mengecek postingan baru, melihat notif apa ada yang nge-love postinganmu, atau sekedar mengecek followernya masih sama atau turun, dan lain sebagainya. Kita juga jadi sering curi-curi kesempatan di perkuliahan untuk buka smartphone sekedar refresh feed instagram barangkali ada komen baru. Iya ngga? Ngakuu…

2. Jadi FOMO alias Fear of Missing Out

Sadar atau tidak, dampak dari kecanduan ini adalah kita jadi FOMO atau Fear of Missing out atau merasakan keadaan dimana kita mengalami ketakutan (fobia) jika ketinggalan berita dari media sosial. Dengan kata lain kita jadi takut out of date atau ketinggalan berita, begitu. Terkadang malah bukan suatu berita yang penting yang mempengaruhi hidup kamu dan keluargamu, tapi lebih ke ketergantungan terhadap individu lain yang dianggap penting di dalam media sosial. Misal, bias-mu, atau selebgram idolamu, atau, sekedar akun gosip yang kamu follow untuk menambah bahan gosipmu. Yap, pasti kamu pernah merasakannya, walaupun ada sebagian yang malas mengakuinya, tetapi kecemasan ketinggalan informasi di media sosial ini juga merupakan salah satu contoh dampak negatif dari kecanduan instagram. Seperti yang dikutip dari idntimes, sebuah studi mengenai milenium dewasa dengan rentang usia 18-34 tahun menyebutkan bahwa 70% dari total keseluruhan mengakui bahwa mereka merasa sedang mengalami FOMO dan 46% diantaranya dipicu oleh sosial media, dan salah satunya instgram.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Apakah Salah Jadi Mahasiswa Social - Climber?

3. Ada kecenderungan perilaku narsistic

Mungkin banyak yang belum tahu jika narsistic merupakan salah satu personality disorder, atau merupakan sebuah gangguan kepribadian. Nah, beberapa ahli psikologi mengungkapkan ada beberapa tanda seseorang mengidap narssistic personality disorder, diantaranya;

  • Merasa atau menganggap dirinya adalah individu yang superior
  • Selalu ingin menjadi center of attention (pusat perhatian)
  • Menginginkan banyak pujian dari orang lain
  • Memiliki rasa percaya diri berlebih
  • Senang berfantasi dengan hal-hal yang berbau kecantikan, estetika, kekuasaan, pasangan hinggan kecerdasan sekaligus
  • Iri terhadap kecantikan maupun kekayaan yang dimiliki orang lain.
  • Meyakini bahwa orang lain ikut iri pada sesuatu yang ia miliki.

Nah, gangguan kejiwaan narsisme ini merupakan gangguan kejiwaan yang tidak bisa dianggap enteng, dan sangat mungkin terjadi pada pengguna instagram karena ya… seperti yang kita tahu, disini kita bisa bebas berekspresi dan melihat orang lain melakukan hal yang sama. Jadi, hal itu mungkin saja terjadi.

4. Jadi sering nyinyir

Baik, seperti yang kita tahu memang jempol netijen lebih pedas dari mie samyang yang ditambah bon cabe, dan masih lebih ganas dari kamu yang liat makanan setelah seharian ngga makan. Masih ingat kan bowo alpenlibe? Atau istrinya iqbal? Tidak sedikit netizen yang tidak ikut nyinyir di akun sosial media miliknya, atau sekedar mentertawai dan memberi komen tajam setajam silet di feed instagramnya. Ya walaupun banyak juga yang bersimpati dan ikut membela, bukan mem-bullynya. Tetapi, ya begitu adanya. Tidak sedikit konten instagram memuat hal-hal yang berbau cyber-bullying macam komentar negatif netizen yang budiman, olokan yang berdasarkan pada bentuk tubuh (body-shaming), kata-kata kasar, sampai hinaan maupun ujaran kebencian. Secara tidak sadar kita sering terbawa suasana, dan ikutan nyinyir terhadap suatu hal yang mungkin ada tanggapan yang lebih baik daripada mem-bully.

5. Merasa tiba-tiba sedih

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Mahasiswa, Pastikan Kamu Sudah Memiliki Keahlian Ini

Merasa tiba-tiba sedih atau cemas atau tidak percaya diri karena “hal-hal yang terjadi di sosial media seperti yang sudah disebutkan sebelumnya juga merupakan satu hal yang mungkin terjadi. Iya, hal itu bisa saja terjadi jika kita terlalu sering melihat feed orang lain, lalu membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain, lalu merasa sedih karena tidak bisa seperti mereka. Bisa saja terjadi.

Lalu jika hal itu terjadi kepada kita, apa ya yang sebaiknya kita lakukan? Dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan jika kita merasa sudah kecanduan instagram atau sosial media lainnya. Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah, mencoba untuk puasa bermain gadget. Kalau kamu tidak punya ide bagaimana caranya puasa gadget, kamu bisa coba beberapa langkah yang sudah pernah dijelaskan disini. Atau, kamu masih belum yakin kalau kamu kecanduan bersosial media atau gadget? Kamu bisa cek beberapa ciri-ciri orang yang kecanduan gadget disini. Karena sesungguhnya dengan berpuasa bermain gadget untuk sementara waktu bisa menurunkan kadar kecanduan kita pada sosial media. Ditakutkan, jika kita sampai kecanduan bersosmed ria, akan berpengaruh pada kehidupan real life kita, baik di kampus, di kosan, maupun dirumah, jadi, gunakan sosmed sebijak mungkin ya gengs! Oiya, kalian mungkin akan tergerak untuk puasa main gadget setelah membaca beberapa manfaatnya disini. Semoga kita bisa jadi netijen yang budiman, tanpa kecanduan ya gengs! Haha. (nwrdhni)

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Dilema Mahasiswi: Menikah atau Lanjut Kuliah?

Mahasiswi, Kenapa Kita Sering Nyinyir pada Kasus Pelecehan?