in

Mengenal Karakter Tiap Generasi, Kamu yang Mana?

Menurut Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, Penguin (2004) di dalam teori generasi, generasi terbagi menjadi 5 golongan yang dibedakan berdasarkan tahun kelahirannya. Kelima golongan tersebut adalah; Generasi Baby Boomer yang lahir di rentang tahun 1946-1964, Generasi X yang lahir di rentang tahun 1965-1980, Generasi Y atau yang sering disebut dengan generasi millenial, yang lahir di rentang tahun 1981-1994, diikuti Generasi Z yang lahir di rentang tahun 1995-2010 dan yang terakhir Generasi Alpha yang lahir di rentang tahun 2011-2025. Kelima generasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Berbicara mengenai karakter, setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda. Berdasarkan teori generasi, generasi pertama yang ada dalam klasifikasi, Baby Boomer (BB) disebut memiliki karakter yang bertanggungjawab, taat pada peraturan, dan dianggap gagap teknologi. Hal itu dapat dimaklumi karena usia yang termuda dalam generasi ini pun sudah mencapai 54 tahun, tahun ini. Pada masa perkembangannya, generasi ini memang sudah dibebani tanggungjawab sejak kecil. Sebutlah seperti menjaga adik, membersihkan rumah, dan pekerjaan lainnya yang mungkin tidak dibebankan pada generasi sekarang yang sudah serba mudah dan praktis. Karakteristik yang dimiliki generasi BB ini bukan tanpa sebab, pola asuh yang keras sejak kecil bisa menjadi salah satu penyebab mengapa generasi ini dikenal memiliki tanggungjawab yang baik.

Generasi berikutnya yakni generasi X atau Gen-X yang tahun ini berusia sekitar 35-40 tahun. Memiliki orang tua yang termasuk dalam generasi BB, pola asuh generasi ini pun dapat dikatakan masih memiliki kesamaan dengan generasi sebelumnya, yaitu pola asuh yang keras. Adanya kesamaan dalam pola asuh, membuat generasi X memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya yakni pekerja keras, patuh pada orang tua, dan pantang menyerah.

Soal karakteristik, generasi Y atau Gen-Y atau yang lebih sering disebut dengan generasi millenial dikenal memiliki karakter yang jauh berbeda dari generasi-generasi terdahulu. Generasi Y yang lahir di rentang tahun 1981-1994 ini lahir di awal era teknologi sehingga sering disebut sebagai anggota dari digital native-era. Berusia antara 23-30 tahun, generasi ini merupakan generasi dengan jumlah terbanyak saat ini dan sedang memasuki masa produktifnya sekarang. Di tangan generasi ini, dunia mulai berubah. Mendengarkan musik sudah tidak lagi hanya menggunakan vinyl atau kaset, karena generasi ini sudah terbiasa streaming musik langsung dari smartphone, memesan makanan dapat dilakukan dalam beberapa klik, dan menonton film dapat dilakukan tanpa harus ke bioskop, generasi ini sudah bisa menikmati beberapa kemudahan itu. Sejalan dengan segala kemudahan yang ditawarkan, berbicara soal karakteristik, gen Y atau millenial dikenal memiliki karakteristik yang cukup jauh berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Anak-anak yang lahir dalam rentang waktu generasi ini kerap dicap memiliki karakter individualis dengan ego yang tinggi, tergesa-gesa, suka menunda pekerjaan, tidak suka di atur, praktis, dan boros. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah sudah semakin mapan-nya kondisi orangtua, yang menyebabkan sudah tersedia-nya segala kebutuhan sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan gen Y. Pandangan orangtua generasi millenial atau Gen Y yang menganggap bahwa pendidikan yang paling utama jadi mengesampingkan pola asuh keras yang melatih tanggung jawab seperti pada generasi-generasi sebelumnya. Sejalan dengan hal itu, kurangnya rasa tanggung jawab menjadi salah satu karakter yang terbentuk pada generasi Y atau millenial. 

Dari sebagian kecil generasi X, dan sebagian besar generasi Y, lahirlah generasi setelahnya, yakni generasi Z atau Gen Z. Berdasarkan rentang tahun kelahirannya, generasi ini kini berusia antara 7-20 tahun-an. Lahir ditengah era teknologi, generasi ini kerap disebut dengan iGeneration, Generasi Net, atau Generasi Internet. Lahir dari orangtua yang sebagian besar berasal dari generasi Y, Gen Z memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda. Wawasan yang lebih luas karena teknologi yang semakin canggih membuat generasi ini lebih mudah dalam mengakses informasi. Hal itu memiliki andil dalam terbentuknya karakter open minded yang dimiliki generasi ini. Berpikiran lebih terbuka dan global, generasi ini dikatakan dapat lebih cepat terjun ke dunia kerja dan mulai lebih menyukai wirausaha.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Mahasiswa Berkantong Tipis, Kok Masih Hedonis dan Konsumeris?

Generasi setelahnya yang lahir dari sebagian orangtua Gen-Y dan Gen-Z adalah si Bungsu Generasi Alpha atau Gen-A. Istilah Alpha pertama kali disebut oleh analis sosial-cum-demograf, Mark McCrindle dari grup peneliti McCrindle di dalam makalahnya yang berjudul Beyond Z: Meet Generation Alpha. Generasi ini lahir setelah tahun 2010, yang berarti umurnya baru sekitar 1-8 tahun sekarang. Masa kanak-kanak gen-A yang sudah dipenuhi dengan kecanggihan teknologi tak ayal membuat generasi ini menjadi generasi yang layak untuk di perhitungkan nantinya. Pola pengasuhan yang sudah didampingi teknologi membuat output Gen-A berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi ini dikatakan akan memiliki ketergantungan yang tinggi akan teknologi. Selain itu, perubahan yang dibawa generasi-generasi sebelumnya konon akan membuat generasi ini menjadi generasi yang paling cerdas dan berpengaruh pada peradaban manusia. Sebagai contoh, di usia yang terbilang masih sangat belia, generasi ini sudah bisa memengaruhi putaran ekonomi dunia.Seperti yang dikutip dari Tirto, Christine Carter, seorang ahli strategi pemasaran mengatakan setidaknya Generasi Alfa pada gelombang pertama ini sudah menghabiskan 18 juta dolar per tahun-nya untuk konsumsi mainan, pakaian, dan segala macam teknologi baru yang baru ada di era ini. Memiliki orangtua yang dianggap lebih mampu dan “lebih sibuk” membuat pengasuhan gen-A kerap kali mendapat bantuan dari asisten rumah tangga. Sejalna dengan tercukupinya segala macam kebutuhan, dan pola asuh yang “apa-apa selalu dibantu” membuat generasi ini ditakutkan akan memiliki karakter mudah menyerah, manja dan berdaya juang kurang.

Pada kesimpulannya, kelima generasi diatas memiliki karakter yang berbeda sejalan dengan pola asuh yang diterapkan. Pola asuh pun bergantung pada kondisi yang sedang terjadi pada masa perkembangan masing-masing generasi. Kondisi memang sangat berpengaruh pada pola asuh. Katakan lah pada masa Baby boomers, di rentang tahun 1946-1964, dunia sedang memasuki era industri dimana anak-anak diasuh berdasarkan pola pikir harus sekolah dan memiliki kemampuan yang baik di bidang ilmu berhitung. Di Indonesia sendiri masa itu merupakan masa pasca-proklamasi yang membuat semua hal-nya masih belum stabil. Pola asuh jaman “belum enak” macam itu lah yang membentuk karakter bertanggungjawab dan pekerja keras pada Generasi BB. Tidak jauh berbeda dengan generasi BB, Generasi X, walaupun sudah merasakan keadaan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, masih mengalami pola asuh yang tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya karena kondisi pada saat itu yang belum stabil. Karakter yang cukup jauh berbeda mulai terlihat dari Generasi selanjutnya, yaitu generasi Y, atau yang lebih dikenal dengan generasi millenial. Mulai masuknya teknologi dan semakin stabilnya kondisi membuat pola asuh generasi ini menjadi berbeda dengan sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah karena generasi ini hidup di era informasi, dimana informasi dapat diakses dengan mudahnya sejalan dengan masuknya teknologi.  Gap yang besar antara generasi ini dan generasi sebelumnya membuat generasi ini dicap memiliki karakter dengan ego yang tinggi. Generasi sebelumnya kerap menyebut generasi Y sebagai generasi yang terburu-buru, kurang memiliki tanggungjawab dan seenaknya sendiri meski dikenal lebih praktis jika dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Generasi ini merupakan generasi yang terbanyak saat ini. Generasi yang lahir setelahnya merupakan generasi Z yang mana memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dari generasi Y. Generasi ini dikatakan lebih open minded sejalan dengan kondisi yang ada saat ini. Hidup di era konseptual, generasi ini akan lebih tertarik pada dunia wirausaha karena memiliki karakter yang tidak suka aturan, lebih bebas dan pengetahuan yang lebih luas. Generasi terakhir yang ada dalam kategori merupakan “anak” dari generasi Y dan Z, yakni Generasi Alpha atau Gen-A. Gen-A dikatakan akan menjadi generasi yang paling berpengaruh dalam peradaban dan digadang-gadang akan menjadi generasi paling cerdas yang ada dalam sejarah. Hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya teknologi yang ada saat ini. Jika generasi Y dan Z mungkin baru sekedar “menikmati” sebagian kecil teknologi seperti sosial media, dan lain sebagainya, generasi A nantinya akan menggunakan lebih banyak teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, generasi ini dikatakan memiliki karakter yang manja dan memiliki kecenderungan tergantung dengan teknologi. Jika semua hal itu terbukti, masa depan yang pasti akan lebih “full-technology” mungkin akan segera hadir dalam rentang waktu 2025 dan setelahnya. Jadi, termasuk generasi manakah kamu? Sudah siapkah menyambut Gen-A? (nwrdhni)

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Mahasiswa, Pastikan Kamu Sudah Memiliki Keahlian Ini

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tips Melatih Pronunciation Bahasa Inggris

KOBARAN (Kolaborasi Band Tradisional)