in

Suka – Duka Menjadi Mahasiswa-Freelancer

Hai gengs, jika sebelumnya ngampus udah pernah bahas tentang bisnis bermodal minim untuk kamu yang masih duduk di bangku kuliah atau pekerjaan apa aja sih yang  bisa kamu coba walaupun masih berstatus mahasiswa, kali ini ngampus mau bahas tentang salah satunya diantaranya Yup! menjadi freelancer atau pekerja lepasApa sih Freelancer? Freelancer berarti orang yang melakukan suatu pekerjaan yang tidak terikat dengan kontrak dalam kurun waktu yang cukup panjang. Dengan kata lain, pekerjaan ini hanya bermodalkan kepercayaan antara client dan si freelancer itu sendiri. Dengan tidak adanya kontrak yang mengatur membuat jam kerja freelancer menjadi lebih flexible. Tapi ngga enaknya nih gengs, kamu akan sering dikira nganggur sama tetangga karena tidak pernah kelihatan berangkat ke kantor. Itu baru satu contoh suka-duka menjadi freelancer. Kira-kira apa lagi sih suka-duka yang mungkin pernah kamu rasakan saat menjadi seorang freelancer? Check it out…

1. Kamu akan dikira pengangguran karena ngga pernah kelihatan pergi ke kantor

Ko dirumah terus mba? Belum dapet panggilan kerja ya?

Menjadi freelancer yang memiliki jam kerja yang fleksibel membuatmu tidak harus berdandan rapi pukul 7 pagi dan bersiap pergi ke kantor. Yap! kebanyakan pekerjaan freelance memang bisa dikerjakan secara online atau bisa dikerjakan di rumah. Oleh karena itu, mungkin banyak tetangga yang berfikir kalau kamu pengangguran santai yang kerjanya makan-tidur.  Kamu yang dikejar deadline tentu akan jarang keluar rumah, sekalinya keluar, pertanyaan macam “lho, mbak masih dirumah?” atau “belum dapet panggilan ya?” atau “lho kok dirumah sekarang, ngga kerja?”sangat mungkin kamu dapatkan. Tapi sans aja gengs, selama orang terdekatmu tau perihal pekerjaanmu, pedapat orang lain tidak usah terlalu dipikirkan. Okay? 

2. Tapi asyiknya, kerjaanmu bisa kamu kerjakan dimana saja

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Teruntuk Anak Rantau Baru: Estimasi Biaya Hidup di Semarang

Jika pekerja kantoran mungkin akan merasa jenuh karena berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun mengerjakan pekerjaan di ruangan yang sama, kamu yang tidak berkantor bisa dong mengerjakan dimana-mana hatimu senang. Haha. Jika bosan mengerjakan di rumah, kamu bisa dong mengerjakan di cafe sambil menikmati se-cup americano atau mencari ketenangan di perpustakaan, atau dimanapun asal nyaman. Ntaps! 

3. Jam kerja sih fleksibel, tapi deadline-nya itu lho yang mmm…

Gimana? Udah kelar belum? Hari ini udah bikin artikel apa aja?

Kamu yang sudah pernah merasakan kerja freelance pasti pernah merasakan gregetnya dikejar deadline setiap hari. Iya, setiap hari, dikejar deadline. Rasanya? Uh... ngeri-ngeri sedap gengs. Haha. Deadline dan freelancer memang sudah menjadi satu paket yang tidak bisa terpisahkan. Kamu memang tidak berhadapan langsung dengan si bos, / client-mu tetapi tidak menyelesaikan pekerjaan juga bukan merupakan solusi yang bijak karena malah akan menambah pekerjaan nantinya.

4. Jam kerja sih fleksibel, tapi baru bisa tenang mengerjakan di malam hari

Suasana malam hari yang tenang, hening dan sepi mungkin akan terasa lebih menyenangkan dan membangun moodmu dalam mengerjakan pekerjaanmu. Tak heran jika sebagian lebih memilih untuk mengerjakan di malam hari, yang mana akan mengubah waktu tidurmu. Jika kebanyakan pekerja kantoran bekerja pukul 8 pagi sampai 5 sore, freelancer mungkin lebih prefer mengerjakan dari pukul 8 malam sampai 5 pagi nih gengs! Haha.

5. Penghasilan yang lebih dari pekerja kantoran

Mungkin kamu tidak akan percaya, tapi beberapa pekerja freelance  memiliki penghasilan diatas rata-rata atau bahkan bisa melebihi pekerja kantoran lho gengs! Ngga percaya? Coba aja cek gaji top coder atau designer logo, satu project-nya dihargai berapa dolar.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Apakah Salah Jadi Mahasiswa Social - Climber?

6. Buat mahasiswa, kerja freelance bisa menambah uang jalan-jalanmu

Mungkin tidak seberapa, tetapi lumayan kan, bisa buat beli gincu merek ternama atau bayar kosan, atau jalan-jalan sama doi tanpa harus minta ke orang tua. Bisa juga kamu simpan sebagai uang darurat atau malah tabungan masa depan? Uang yang kamu dapatkan dari hasil kerja freelance yang jelas akan membuatmu mengerti bagaimana rasanya menjadi orang tua yang bekerja keras untuk anaknya. Dengan mulai bekerja freelance, kamu akan lebih mengerti dan menerapkan skala prioritas karena pasti akan ada perasaan “ah…sayang deh uangnya kalo dipake buat …”.

7. Client adalah raja

Kamu bertugas sebagai penyedia jasa disini, jadi anggaplah klienmu sebagai raja. Segala permintaan akan coba kamu berikan dengan usaha terbaikmu. Tapi terkadang, usaha maksimal pun tak menjamin kamu lolos dari revisi nih gengs! haha. Kamu yang sedang menekuni pekerjaan ini pernah ngga sih dapet klien yang teliti banget-dikit-dikit revisi tapi kalau ditagih fee lama keluarnya? Kalau belum, bersiaplah karena tipe yang seperti ini memang ada lho gengs! 

Nah itu tadi beberapa suka duka seorang freelancer yang ngampus tau, kamu yang saat ini berprofesi sebagai freelancer, apa lagi sih suka duka yang pernah kamu rasakan?

(nwrdhni)

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

ITB Cultural Tour 2018 konser pra-kompetisi “Avadata” PS

Skincare Wajib untuk Mahasiswa