in

Teruntuk Anak Rantau Baru: Estimasi Biaya Hidup di Bandung

Hai gengs! Selamat untuk kamu yang sudah berhasil “tembus” SBMPTN di kampus incaran-mu. Mulailah untuk bersiap menghadapi dunia perkuliahan yang asik. Asik? Pasti. Apalagi kalau kamu ternyata diterima kuliah di luar kota. Oke berarti kamu harus merantau nih. Supaya ngga jadi anak rantau yang tersesat dan tak tahu arah jalan pulang (cakra khan kali ah. Haha) kamu bisa baca beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebagai anak rantau disini. Sebagai anak rantau, kamu dituntut untuk, ya selain mandiri juga berusaha sebisa mungkin memanage pengeluaranmu dan berhemat nih gengs! Kenapa? Karena kamu akan mengurus segala sesuatunya sendiri, dan kamu dipasrahi tanggungjawab dari orangtuamu di rumah. Jangan sampai hura-hura sampai lupa kuliah ya. No no no. Lebih bagus lagi kalau kamu bisa kuliah sambil kerja. Buat kamu yang masih belum tau, ada lho beberapa pekerjaan sampingan yang bisa kamu coba sambil kuliah, kamu bisa membacanya disini. Tapi tetap, dengan konsekuensi yang harus kamu tanggung juga ya. Kamu mungkin akan mendapat gambaran tentang suka-duka jadi mahasiswa freelancer disini.

Nah get back to the topic, kalau sebelumnya kamu mungkin sudah pernah membaca tentang estimasi biaya hidup di kota-kota besar seperti Jakarta, Jogja, Semarang dan Surabaya, kali giliran Bandung.

Untuk kamu yang masuk di perguruan tinggi di Bandung, selamat yaa! Karena seperti yang kita tahu, Bandung, sesuai dengan julukannya yakni Kota Kembang, memang sangat indah dan mungkin banyak yang bercita-cita ingin tinggal atau mungkin kuliah disana. Selain karena kampus-kampus berkualitas di Bandung yang ya…sudah terkenal di mana-mana, Bandung memang punya daya tarik tersendiri. Katakanlah karena cuacanya yang dingin-dingin nyoy, mahasiswanya yang geulis dan kasep atau sudut-sudut kota dengan tampilan yang cantik dan instagrammable, juga beragam hiburan khas kota besar yang siap memanjakanmu disana. Maka, tidak heran jika banyak orang yang ingin merasakan hidup di kota ini. Namun konon, biaya hidup di Bandung itu hampir setinggi di Jakarta lho gengs! Masa sih? Mari kita buktikan.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Waspada! Ciri – ciri ini Menunjukkan Kamu Kecanduan Gadget

Berbicara mengenai biaya hidup, ada tiga komponen utama yang harus kamu perhatikan. Pertama, tentang biaya tempat tinggal alias kost atau ngontrak, lalu kedua tentang biaya makan, dan ketiga biaya transportasi yang akan kamu keluarkan setiap bulannya. Nah berikut estimasi pengeluaran minimal per-bulan jika kamu hidup di Bandung. Estimasi biaya yang akan dibahas ini hanya seputar biaya tempat tinggal, makan dan transportasi per bulannya saja yaa. Itupun minimalnya, yang mungkin bisa berbeda masing-masing individunya, tapi paling tidak bisa memberikan sedikit gambaran mengenai biaya hidup di Bandung ya gengs! Okay, langsung saja, hal yang pertama dan utama yang harus kalian pikirkan adalah tempat tinggal.

1. Tempat Tinggal

Kamu yang diterima di kampus yang berlokasi di daerah Bandung, dan tidak memiliki saudara atau kerabat disana, harus mulai memikirkan “mau tinggal dimana besok” gengs! Nah, tempat tinggal merupakan hal yang penting yang perlu kamu cari pertama kali begitu tahu diterima di kampus yang ada di Bandung. Kenapa? Ya masa mau dilaju dari Semarang-Bandung ngga mungkin kan? Haha. Untuk urusan tempat tinggal, kalian yang tidak tinggal bersama saudara di Bandung bisa mencoba beberapa alternatif lainnya macam kost, kontrakan, asrama atau apartemen. Untuk kos, sedikit berbeda dengan kota-kota besar lainnya, di Bandung biasanya tarif sewa dihitung per bulan dan sangat jarang pemilik kos yang menerapkan harga sewa per semester atau per tahun. Nah rata-rata biaya sewa per bulannya untuk kamar kos sederhana layak huni dan fasilitas standar di Bandung adalah Rp 500.000 per-bulannya. Biasanya biaya sewa sudah termasuk biaya air dan listrik. Namun jika kamu pengen kamar yang ber AC, harga yang ditawarkan Rp. 1.000.000 keatas dengan kamar mandi dalam. Tapi kalau di Bandung sih, butuhnya bukan AC ya gengs, tapi water heater karena udaranya yang brrr. Haha. Nah sebagai contoh, di daerah Negla, dekat UPI, rata-rata kamar yang disewakan tidak memiliki fasilitas AC karena dekat dengan Lembang yang cuacanya cenderung dingin, harga sewa kamar kos disini berkisar antara 4 juta-5 juta per tahun. Itu untuk gambaran kost, sekarang kalau kamu pengen ngontrak rumah, biaya sewa bisanya dihitung per tahun, dengan rata-rata biaya untuk rumah sederhana sebesar Rp 15.000.000 per-tahunnya, belum termasuk air, listrik, iuran sampah, dan lain sebagainya. Jadi, sudah ada sedikit gambaran kan? Kamu perlu menyiapkan dana minimal sekitar Rp 500.000 jika ingin ngekost, atau Rp 15.000.000 untuk ngontrak rumah. Nah, untuk kamu yang ingin berasrama, coba cek ketersediaan asrama kampusmu, masih ada tidak karena biasanya kuota asrama terbatas dan harus cepet-cepetan. Kamu yang ber-dana tumpeh-tumpeh bisa juga dong tinggal di apartemen yang tentunya menawarkan fasilitas dan prestige lebih wow dengan harga yang sebanding tentunya. Oke, kalau tempat tinggal sudah ada gambaran, mari lanjut ke biaya makan di Bandung.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Berniat Puasa Gadget? Cek Manfaatnya Disini

2. Biaya Makan

Untuk soal makanan, Bandung menawarkan banyak sekali kuliner yang wajib kamu coba! Ya minimal cobain seblak atau cuanki di daerah asalnya laah gengs! Haha. Untuk biaya makan sehari-hari sih bisa dibilang masih terjangkau lah untuk kantong mahasiswa rantau yang berslogan hemat pangkal kaya. Dengan uang Rp. 10.000 kamu sudah bisa makan kenyang dengan porsi portugal alias porsi tukang gali di warung-warung dekat kampusmu. Haha. Mau hitung-hitungan? Okay, yuk mari… Jadi sekali makan, dengan menu nasi + sayur + tempe 1 + telur 1 bisa kamu dapat dengan sepuluh ribu rupiah saja. Itu di warteg kesayangan mahasiswa Indonesia ya. Oh iya biasanya ada yang mem-bonusi teh tawar hangat juga lho! Nah, kalau kamu bosan makan di warteg, mau yang enakna dikit, bisa lah beli ke kang nasgor, kang sate, atau kang lamongan, dengan estimasi biaya Rp. 15.000 – Rp. 20.000 bergantung lauknya. Mau yang gaya dikit, makan di resto cepat saji macam McD, KFC dan sebangsanya, yaa… kalian tau sendiri lah harganya. Sebenarnya, biaya makan di Bandung itu murah, hanya saja, kadang mungkin kamu akan tergoda buat cobain kopi ber-latte-art yang sekali saji seharga 3 kali makanmu di warteg atau sekedar duduk-duduk cantik makan makanan seuprit yang instagrammable. Percayalah gengs, biaya makan itu murah, yang mahal adalah biaya nongkrongmu. Jadi, tetap pegang teguh prinsip anak kos ya, apalagi kalau bukan hemat, cermat dan bersahaja. Haha. Nah itu baru untuk makan dan tempat tinggal, sekarang mari kita bahas tentang biaya transportasi.

3. Biaya Transportasi

Untuk menunjang transportasimu selama di Bandung, tarif angkutan di Bandung masih bersahabat kok, tarifnya berkisar Rp. 2000 – Rp. 5000 bergantung jarak. Atau mau naik ojek kekinian yang pastinya sudah banyak di Bandung? Bisa juga. Bergantung kamu sih, suka yang gimana. Kalau kamu tipe maba rantau yang gampang tersesat dan tak tau arah jalan pulang, mending naik ojek online aja deh biar gampang dan ngga tersesat. Haha. Kalau bawa kendaraan sendiri oke juga sih, tapi saranku, kalau memang belum tau daerah Bandung, jangan dulu bawa kendaraan yaa. Oke untuk masalah biaya transportasi di Bandung, gimana menurutmu? Masih cukup terjangkau lah yaa...

Jadi kesimpulannya, estimasi minimal biaya hidup di Bandung yang harus kamu keluarkan per-bulannya adalah sebagai berikut:

ARTIKEL MENARIK LAINNYA  Jangan Lakukan 7 Hal ini di Awal Masuk Kuliah

Sewa kost        : Rp. 500.000

Makan             : Rp. 900.000 (jika biaya makan sehari Rp. 30.000 dikali 30 hari)

Transport         : Rp. 120.000 (jika naik angkot seharga Rp. 2000 sekali jalan x 30 x 2 karena pulang pergi) 

Jadi total minimal pengeluaran perbulannya adalah Rp. 1.520.000, baru untuk biaya makan, kost, dan transport, belum termasuk biaya gaul yang lainnya. Dan itupun jika kamu bisa dapat kost seharga Rp. 500.000 per bulan, dan naik angkot terus kemana-mana, dan tidak tergoda untuk nongkrong-nongkrong asik disana. Kalau kamu mau tetap nongkrong, kamu bisa dong mengurangi jatah uang makanmu, dengan berpuasa, dan di akhir bulan jika ada sisa bisa kamu gunakan untuk biaya gaulmu. Haha. Selamat berhitung! (nwrdhni)

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Teruntuk Anak Rantau Baru: Estimasi Biaya Hidup di Semarang

Teruntuk Anak Rantau Baru: Estimasi Biaya Hidup di Surabaya